2.4 Penjaminan Mutu

Sistem Penjaminan Mutu Fakultas

Sistem penjaminan mutu FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merujuk pada Sistem Manajemen Mutu yang mendukung tujuan pendirian lembaga yaitu mengembangkan dan memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kelulusan yang telah ditetapkan oleh Rektor dan/atau Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengacu pada dokumen Pedoman Akademik Sistem Manajemen Mutu (SMM) FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang secara keseluruhan tertuang dalam Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008. Penerapan Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008 ini dimaksudkan untuk:

  • Mewujudkan mutu akademik yang unggul (excellence academic) secara berkelanjutan;
  • Mewujudkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis pelayanan prima dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelanggan jasa pendidikan;
  • Mewujudkan Fakultas riset (research faculty) dalam rangka pengembangan keilmuan dan karya-karya inovasi pendidikan;
  • Melahirkan pendidik profesional yang mengintegrasikan keilmuan, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan (professional educator);
  • Memenuhi Persyaratan Peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan penyelenggraan pendidikan tinggi.

Pada tingkat universitas, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang dibentuk berdasarkan Organisasi dan Tata Kerja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengacu kepada Statuta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lembaga ini, bersama dengan unit dan lembaga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lainnya, berperan melakukan konsolidasi dan akselerasi upaya-upaya internal perguruan tinggi dalam meningkatkan dan mengembangkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan yang telah dilakukan dalam upaya penjaminan mutu tersebut antara lain adalah penyususnan standar mutu dan pelatihan untuk dosen dan staf tentang standardisasi mutu akademik, administrasi, dan pengelolaan Jurusan/Program Studi.

Di tingkat Fakultas, upaya penjaminan mutu dilakukan oleh unit penjamin mutu Fakultas (Tim Penjaminan Mutu) yang bertugas memantau penerapan sistem manajemen mutu yang digunakan. Salah satu upaya yang telah dilakukan Fakultas Ilmu Tarbiyah dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen kelembagaa adalah dengan memberlakukan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan perangkat-perangkatnya. Penerapan SMM ini di Fakultas dilakukan dengan tujuan:

  • Meningkatkan mutu lulusan melalui peningkatan mutu input, proses dan daya dukung lingkungan serta sarana dan prasarana;
  • Memperbaiki dan meningkatkan sistem manajemen mutu di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang meliputi kesesuaian input-proses-output pada setiap kegiatan, sehingga terbentuk budaya kerja yang sistematik yang mengacu kepada SMM ISO 9001: 2008 dan International Workshop Agreement for Education Institution (IWA) 2: 2007 dan memperoleh pengakuan international;
  • Mengembangkan kompetensi SDM FITK untuk dapat bekerja sama secara profesional dan mampu berkompetisi pada tingkat regional dan internasional;
  • Meningkatkan kinerja lembaga secara bertahap dan berkelanjutan melalui evaluasi, sasaran mutu, program kerja, dan perencanaan mutu ulang FITK;
  • Membentuk dan mengembangkan budaya akademik yang kondusif hingga mampu mencapai kriteria kinerja excellence melalui penerapan SMM ISO 9001:2008.

Langkah-langkah operasional yang telah dilakukan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka mencapai maksud dan tujuan pencapaian mutu tersebut adalah sebagai berikut:

  • Membangun komitmen dan kesadaran mutu seluruh civitas akademika FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
  • Sosialisasi kepada civitas akademika FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang paradigma dan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008;
  • Melakukan pelatihan dan workshop tentang manual-manual dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008;
  • Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008;
  • Melakukan perbaikan, pencegahan, dan pelaporan atas ketidaksesuaian yang terjadi serta menjamin terjadinya peningkatan yang berkelanjutan.